-AKU-
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
v PROFIL CHAIRIL ANWAR
Anda pasti mengenal Chairil Anwar
kan??????? Please jawab “ya” hehe. Ya benar, Chairil Anwar merupakan tokoh
penting. Dia adalah penyair terkemuka di negeri tercinta ini yaitu Indonesia J. C.A atau Chairil
Anwar lahir di Kota Medan dan dibesarkan di sana. C.A lahir pada tanggal 26
Juli 1922. Dia merupakan anak tunggal. C.A merupakan anak dari Toetoles dan
Situjuh. Kedua orang tuanya bercerai saat C.A masih kecil. Lalu dia ikut ibunya
untuk tinggal di Jakarta.
Semasa kecilnya dia banyak
mempunyai teman. Semangatnya pun sangat membara sewaktu ia masih kecil. Jiwanya
selalu meluap-luap. Semaca kecil C.A dekat dengan neneknya. Saat neneknya
meninggal ia melukiskan kepedihannya dalam sajak-sajak puisi.
Chairil Anwar bersekolah di
Hollandsch-Irlandsche School (HIS), yaitu sekolah dasar untuk orang-orang
pribumi pada waktu penjajahan Belanda. Kemudian C.A melanjutkan pendidikannya
di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), yaitu sekolah menengah pertama
Hindia Belanda. Namun dia keluar sebelum lulus sekolah.
Chairil Anwar mengenal sastra saat
dia berpindah dengan ibunya di Jakarta. Dia menguasai Bahasa Jerman, Bahasa
Inggris, dan Bahasa Jerman. Setiap harinya ia gunakan untuk membaca karya-karya
ternama di dunia.
Nama C.A mulai terkenal di dunia
sastra setelah tulisan-tulisannya dimuat dalam “Majalah Nisan” pada tahun 1942.
v Karya-karya
Chairil Anwar
- 1949 | Deru Campur Debu
- 1949 | Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus
- 1950 | Tiga Menguak Takdir
- 1986 | Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949
- 1998 | Derai-derai Cemara
- 1948 | Pulanglah Dia Si Anak Hilang
- 1951 | Kena Gempur
·
Koleksi puisi (3 judul) antara lain : Deru Campur Debu (1949) dan Tiga Menguak Takdir (1950)
·
Puisi asli (75 judul) antara lain : Ajakan (1943), Aku (1943), dan Cintaku Jauh di Pulau (1946)
·
Puisi terjemahan (10 judul) antara lain : Biar Malam Kini Berlalu (1949), Fragmen (1984), dan Lagu Orang Usiran (1949)
·
Prosa asli (7 judul) antara lain : Berhadapan Mata (1943) dan Tiga Muka Satu Pokok (1947)
·
Prosa terjemahan (4 judul) antara lain : Kena Gempur (1947) dan Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948)
v
PUISI
a. Definisi
Puisi
Menurut
kamus besar bahasa indonesia puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya
terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
§ MACAM-MACAM
PUISI
Macam-macam puisi dibagi menjadi dua yaitu
a. Puisi
lama
·
Mantra
·
Pantun
·
Karmina
·
Seloka
·
Gurindam
·
Syair
·
Talibun
b. Puisi
baru
·
Balada
·
Himne
·
Ode
·
Romance
·
Epigram
·
Alegi
·
Satire
v MAKNA
PUISI “AKU”
Makna puisi Aku karya Chairil
Anwar di atas bermakna semangat perjuangan untuk membebaskan diri dari
penjajahan pada waktu itu. Puisi ini sangat menggambarkan sosok Chairil Anwar
yang selalu berkobar semangatnya dan tak pernah padam.
-ENIATUL-FA-




Tidak ada komentar:
Posting Komentar