Rabu, 01 April 2015

laporan PLS ke kota bersejarah



Kunjungan ke Kota Bersejarah

Tanggal 26 Maret 2015, aku dan teman-teman melakukan PLS yaitu Pembelajaran di Luar Sekolah. Kami melakukan kunjungan ke Kota Solo. Adapun tempatnya yaitu P.T Sritex yang terdapat di Kota Sukoharjo dan Museum Sangiran yang terdapat di Sragen. Perjalanan kami mulai dari sekolah yaitu SMA N 2 Kota Magelang. Kami berangkat pukul 07.00 WIB. Aku duduk di bus 2 bersama temanku, Fifi Nofia. Perjalanan kami sangat menyenangkan. Yang lebih menyenangkan yaitu saat kami bernyanyi bersama di dalam bus dan bercanda tawa. Aku sangat menyukai perjalanan ini. Kurang lebih jam 09.30 kami sampai di tempat tujuan pertama yaitu PT.Sritex.




Sritex berasal dari sebuah usaha dagang bernama “Sri Redjeki” didirikan oleh Bapak Lukminto pada tahun 1966 di Pasar Klewer, Solo-Jawa Tengah, Indonesia. Di tahun 1968, usaha dagang kecil ini berkembang pesat dan memproduksi kain kelantang dan celup di pabrik pertamanya di Solo pada tahun 1968. Sritex mengembangkan kapasitas produksinya di tahun 1982 dengan menambah fasilitas pemintalan dan penenunan. Tahun 1982 Sritex mendirikan pabrik Weaving. 10 Tahun kemudian, tahun 1992 mereka memperbesar pabrik dan produksi besar-besaran.
Produk tekstil PT Sri Rejeki Isman (Sritex) ini diakui telah memenuhi standar North Atlantic Treaty Organization (NATO) sehingga dipercaya memproduksi seragam militer anggota NATO. Tidak hanya seragam, tetapi juga seragam tempur, jaket, cover all, rompi, tenda, sepatu dan lain-lain.
Hingga awal 2010 ini, PT Sritex melayani pembuatan seragam militer untuk 25 negara, yakni, Indonesia, Australia, Brunei, Kamboja, Siprus, Inggris, Jerman, Kuwait, Lebanon, Nepal, Oman, Papua, Filipina, Qatar, Singapura, Somalia, Sudan, Swiss, Arab, Zimbabwe, Austria dan terakhir Timor Leste. Karena masuk pasar ekspor, harga jual produk di luar negeri pun menyesuaikan.

Tahun 2013 lalu Sritex resmi melantai di bursa saham. Mereka mengumumkan laba perseroan pada 2012 sebesar Rp 229 miliar. Capaian itu mengalami peningkatan sebesar Rp 68 miliar dibanding tahun sebelumnya.
Sampai sekarang Sritex mempunyai 25.000 pekerja yang  berusia 20-40 tahun. Sritex pernah memperoleh rekor MURI atas kedisiplinannya. Setiap tanggal 17, seluruh karyawan Sritex melakukan upacara bendera. Inilah yang membedakan Sritex dengan pabrik lainnya.
Setelah kami puas berjalan-jalan di area PT.Sritex, kami melanjutkan perjalanan di Kota Sragen. Namun sebelum kami ke tempat tujuan yang penuh dengan sejarah ini, kami menyempatkan diri untuk makan siang bersama dan sholat dhuhur berjamaah di masjid. Setelah itu kami memulai perjalanan ke Museum Sangiran. Perjalanan sekitar 1 jam. Sampai disana kami langsung masuk dikarenakan tempat akan segera ditutup. Kami sedikit kecewa dibuatnya. Bisa dikatakan kami tidak puas belajar di dalam museum dan melihat-lihat koleksinya. Tapi rasa kecewa itu hilang ketika kami berkali-kali foto bersama di tempat itu. Setidaknya foto-foto tersebut akan menjadi koleksi tersendiri di galeri fotoku.

Sangiran merupakan museum arkeologi yang terletak di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu (17 km dari kota Solo). Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia.

Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Pada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan fosil dari nenek moyang manusia pertama, Pithecanthropus erectus ("Manusia Jawa"). Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus telah ditemukan di situs tersebut.
Sangiran merupakan situs terpenting untuk perkembangan berbagai bidang ilmu pengetahuan terutama untuk penelitian di bidang antropologi, arkeologi, biologi, paleoantropologi, geologi, dan tentu saja untuk bidang kepariwisataan. Keberadaan Situs Sangiran sangat bermanfaat untuk mempelajari kehidupan manusia prasejarah karena situs ini dilengkapi dengan fosil manusia purba, hasil-hasil budaya manusia purba, fosil flora dan fauna purba beserta gambaran stratigrafinya.





Di Sangiran dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu. Di dalam ruang, terdapat beberapa ruang pameran yang wajib kita kunjungi dan dipelajari.
Berjalan menyusuri ruang pamer demi ruang pamer tentu tidak akan lengkap jika kita tidak membeli sesuatu sebagai kenang-kenangan. Di sebelah Museum Purbakala Sangiran, di bawah rindang pohon beringin yang bersulur, terdapat kios-kios cinderamata yang menjual berbagai souvenir menarik. Mulai dari gelang dan rosario dari batu berwarna-warni, hingga pahatan manusia purba dalam berbagai ukuran. Harganya berkisar antara belasan ribu hingga ratusan ribu, tergantung kebolehan pembeli dalam menawar dan memilah barang.
Tak lengkap jika hanya berjalan-jalan di PT.Sritex maupun Museum Sangiran, kamipun diantar ke Toko Javiner atau kami kenal sebagai pusat oleh-oleh. Disana kami membeli banyak barang, mulai dari tas kecil, dompet, kaos khas Solo, maupun aneka camilan khas kota Solo. Akan tetapi sayang, aku kelamaan dalam memilih kaos kecil untuk adikku jadi aku kurang puas memilih aneka souvenirnya. Waktu itu kira-kira jam 8 malam. Setelah kami membeli aneka souvenir disana, kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Magelang. Sebelum back home, kami makan malam terlebih dahulu. Kami makan malam di tempat yang sama yaitu Restaurant Taman Sari. Menu makan malam kali ini sangatlah lezat. Tak lupa kami melakukan sholat berjamaah. Setelah puas makan dan selesai sholat, kami menyempatkan diri berfoto bersama di tempat. Ini yang selalu kami tunggu. Selain untuk dokumentasi, foto bersama sangat digemari oleh anak-anak sebayaku. Biasanya mereka mengabadikan beberapa moment dengan melakukan foto bersama.

Perjalanan ke Kota Magelang dimulai sekitar pukul 9 malam. Masih seperti tadi, aku duduk bersama Fifi. Perjalanan pulang lebih menyenangkan dibanding perjalanan berangkat dari sekolah dikarenakan teman-teman lebih seru saat bernyanyi bersama. Aku sangat bersyukur, perjalananku tidak ada halangan apapun. Inilah ceritaku. Hati gembira tidak terkira J .


2 komentar:

nia

/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/special/spe-3/spe302.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/special/spe-3/spe302.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */